Walaupun dikemas dengan lirik braggadocio, lagu ini sejatinya adalah tentang kepercayaan diri, disiplin, dan usaha untuk tetap unggul di setiap kompetisi dalam hidup.
DZEE's Favorite Line: Karena Darth Vader jadi predecessor, Kylo Ren!
Respon untuk lingkungan toxic dan manipulatif. Amarah lagu ini berpusat untuk orang-orang yang membangun reputasi (atau karir) dengan menjatuhkan orang lain.
DZEE's Favorite Line: Tiap circle selalu ada momok yang, mainnya jorok, udah gitu goblok kan?!
Ekspresi kerinduan akan tempat pulang yang aman. Rumah bukan tentang tempat. Tapi tentang cinta yang hangat, ia bisa ditemukan di tempat paling janggal sekalipun.
DZEE's Favorite Line: Sering ku melihat layar hanya ‘tuk pastikan, hadirmu masih dapat kusaksikan dalam jaringan
Narasi reistensi dan konsistensi meski hasil belum terlihat. Ini adalah bentuk penolakan terhadap ilusi sukses instan dan memilih proses panjang dengan tenang. Karena berhenti bukan pilihan selama waktu masih berjalan.
DZEE's Favorite Line: Aku stay true, dalam pace-ku,tanpa pass through,update ver.2,selalu login tanpa vermuk (face verification), tanpa tantrum!
Satir klasik tentang senioritas yang toxic dan ego orang lama yang antikritik. Lagu ini adalah respon terhadap budaya feodal yang mematikan ruang tumbuh generasi baru.
DZEE's Favorite Line: Gue udah paling oldskool, dari jaman Farid Harja!
Seruan perlawanan terhadap ketidakadilan, manipulasi, dan oligarki yang disertai ajakan untuk membuat perubahan, setidaknya dengan bersuara lantang.
DZEE's Favorite Line: Kurung batang sudah siap dalam dekat kurun masa, tunggu saja kehancuran itu sudah hukum alam!
Refleksi perjalanan panjang bermusik hingga bertahan puluhan tahun.
Tidak bisa dinilai dengan parameter materil, Musik selalu menjadi jembatan antara realita keras dan isi kepala. Lagu juga bentuk penghormatan pada proses dan semua mentor yang pernah terlibat.
DZEE's Favorite Line: Nggak bisa fit-in,jadi tutup kuping, pake headset sambil dengerin myuzikk!
Kisah hubungan Ayah dan anak yang tidak bisa lagi bersama di bawah satu atap. Hubungan yang tidak pernah sempurna, dipenuhi berbagai luka, namun satu yang pasti, ini adalah hubungan berlandaskan cinta yang nyata, dan tanpa syarat
DZEE's Favorite Line: Rinduku selalu, terbawa dalam tidur, tak satu dua kali kumimpikan dirimu
Ini adalah party anthem untuk semua pelari. Berlari bukan tentang siapa yang paling cepat, namun bagaimana kita mengalahkan diri sendiri dan merayakannya di garis finish
DZEE's Favorite Line: Ikat tali Ortus, engine gue makin panas, makin kenceng macam Lotus
Sebuah penutup episode yang juga merupakan double entendre. Lirik di lagu ini terinspirasi dari fenomena akhir masa: penguasa yang bersembunyi di balik bayangan dan memiliki banyak "agenda".
DZEE's Favorite Line: Bertarung dengan lalu lintas, simulasi katastrofi, kamilah penyintas demi bahagia sepintas dan narasi kerja keras, cerdas lagi ikhlas
Credits:
Written by DZEE (with BIZQUIT in "Kepalan")
Produced by Dirayha
Video Lyric by Rully D. Apriansyah
Artwork by Pee Wee Design
Published by Hikayat © 2026